Make your own free website on Tripod.com





Untuk sementara kisahnya sampai disini dulu, lanjutan kisah pengalamanku ini masih dalam proses penyusunan.


Kisah selanjutnya

Depresi yang aku derita semakin kronis, menekanku semakin dalam. Aku hampir tak bisa lagi mengendalikan gejolak pikiran dan perasaanku. Aku sudah tak mampu lagi mengontrol sikap dan tindakanku sendiri. Perkembangan mentalku mengalami kemunduran.

Depresi telah merubah banyak hal dalam diriku. Aku yang tadinya tergolong anak cerdas, disiplin, rajin belajar dan berprestasi bagus di sekolah, kini tidak lagi. Aku sudah berubah menjadi anak bodoh yang malas belajar, tidak disiplin dan berprestasi buruk di sekolah. prestasi belajarku benar-benar hancur. Aku hanya ranking 34 dari 42 siswa di kelasku (kelas 1 SMA). Prestasi teburuk yang bahkan tak pernah aku bayangkan sebelumnya.

Syarif, teman sekelasku (teman beda kelas waktu di SMP) sering neyeletuk sambil memandang heran padaku, "Dulu waktu di SMP, kamu anak pandai, selalu juara kelas, bahkan juara umum, tapi sekarang, kok, jadi seperti ini, mengapa sih?" Aku hanya tersenyum getir menanggapi pertanyaanya. Ingin menangis rasanya mendengar pertanyaan seperti itu.
Tak salah pengamatan teman dekatku itu, aku memang sudah banyak berubah.....



Terima kasih, atas kesediaan Anda meluangkan waktu untuk membaca kisahku ini, kisah biasa dari orang biasa. Kisah yang sama sekali tidak menarik dan mungkin membosankan.


Sivalintar


  Home  |  < Kembali
[ 9 ]